by : Dody Rainaldo
Selidiki aku, lihat hatiku
Apakah ku sungguh mengasihiMu Yesus
Kau yang Maha tahu
Dan menilai hidupku
Tak ada yang tersembunyi bagiMu
Yang tak pernah habis dihidupku
Kuberjuang sampai akhirnya
Kau dapati aku tetap setia
http://DodyRainaldo.blogspot.com/
Posted by: Dody Rainaldo at 4:55 PM
Labels: Lirik Lagu Rohani
Posted by: Dody Rainaldo at 4:05 PM 0 comments
Labels: Renungan Kristen
Penulis: Ev. Abraham Robby R
Bacaan:
Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." Yohanes 2:4
Saat saya melihat banyak anak-anak Tuhan yang ditidurkan oleh banyak hal-hal yang Setan tawarkan saat anak-anak Tuhan menunggu saat dan waktu-Nya dalam hidup mereka, Roh Kudus berbicara dalam hati saya akan Firman ini dan Dia mau Firman ini "membangunkan" semua anak-anak Tuhan untuk "menunggu" dengan cara yang berbeda sampai saat dan waktuNya digenapi dalam hidup mereka.
Mari lihat dalam Yohanes 2 : 1-11. Banyak orang yg diberkati lewat perikop Firman Tuhan ini dimana Mujizat pertama yang Yesus adakan adalah di tengah-
tengah keluarga. Dan saya percaya jika kita semua menghadirkan Yesus di tengah-tengah keluarga kita, akan ada banyak Anugerah, Berkat dan Mujizat yang Dia akan kerjakan untuk keluarga kita. Tapi saya akan mengajak kita untuk melihat sisi lain yang Yesus ajarkan, terutama dalam pasal yang ke 4, saat Yesus berkata..." Mau apakah engkau dari pada-Ku,ibu? Saat-Ku belum tiba." Ada banyak anak-anak Tuhan yang dengan tanpa hikmat berkata seperti apa yang Yesus katakan diatas saat orang lain, pendetanya, orang tuanya, sahabatnya, mengajak untuk lebih sungguh-sungguh dengan Tuhan. Banyak dalih yang diutarakan, terutama kata-kata, "belum saatnya" aku ke gereja, berdoa, baca alkitab, dsb. Tapi melalui Firman ini, saya ajak kita semua, bahwa mari belajar seperti apa yang Yesus kerjakan saat menunggu saat dan waktuNya Yesus harus bergerak seperti apa yang Bapa mau, supaya Anugerah, Berkat dan Mujizat itu sampai dalam hidup kita.
Ada 2 hal yg kita harus kerjakan saat menunggu Saat dan Waktu-Nya Tuhan menggerakkan hidup kita :
1. Tetap tinggal dalam Rumah Bapa. (Lukas 2:49)
Saat kita menunggu, mari kita tetap tinggal dalam irama Pujian dan Penyembahan yang tak putus-putusnya. Rumah Bapa berarti ada kehadiran Bapa di dalam rumah itu dan kehadiran Bapa berarti ada hadiratNya yang akan melingkupi, memberkati dan membawa kita untuk lebih bersekutu dengan Dia.
2. Minta Roh Kudus hadir dalam hidup kita. (Yohanes1:32) Nya disini adalah Yesus, dan Roh turun dalam hidupNya dan tinggal dalam hidupNya. Dan Roh itu adalah Roh Kudus itu sendiri. Roh Kudus lah yang akan menggerakkan hidup kita untuk sampai pada apa yang Tuhan rencanakan untuk hidup kita.
Jika hari-hari ini, ada dari kita yang saat menunggu saat dan waktuNYa Tuhan mengerjakan hidupnya dengan malah jauh dari Tuhan, mencari kesenangan duniawi, tinggal di luar HadiratNya, dan bahkan menyerahkan Yesus seperti Yudas Iskariot hanya dengan 30 keping perak, saya berdoa, setelah membaca Firman ini, kita akan berubah dengan menunggu saat dan waktuNya tuhan bekerja dalam hidup kita dengan Tetap tinggal dalam Rumah Bapa dan minta Roh Kudus turun, tinggal dan menggerakkan hidup kita sampai Anugerah, Berkat dan MujizatNya turun atas hidup kita. God Bless.
Penulis: Ev. Abraham Robby R
Usia: 24
Kota: Surakarta
Posted by: Dody Rainaldo at 2:27 PM 0 comments
Labels: Renungan Kristen
Bacaan: Amsal 31:10-31
...berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu - Kejadian 2:2
Seorang anak bertanya pada ibunya, “Ma, kenapa mama tidak mau bermain bersamaku?”, “Karena mama tidak punya waktu” jawab ibu anak tersebut. Dialog pun berlanjut. “Mengapa mama tidak punya cukup waktu?”, “Karena mama harus kerja". “Kenapa mama harus kerja?”, “Agar mama mendapat uang”, “Mengapa mama ingin mendapat uang?”, “Agar bisa memberi kamu makan”. Si anak terdiam sejenak. Kemudian ia berkata lagi, “Mama, saya tidak lapar,” *(Willi Hoffsuemmer).
Dialog seperti itu mungkin pernah kita temui di kehidupan sehari-hari. Anak kita ingin supaya kita bisa menjadi teman mainnya dan memberikan sebagian waktu kita untuknya. Namun terkadang pekerjaan di kantor sudah menunggu untuk segera dikerjakan. Alhasil anak kita hanya mendapatkan kekecewaan dan bukan waktu kita untuknya.
Hidup memang harus bekerja, namun hidup bukanlah untuk pekerjaan saja. Artinya, kita juga harus pandai dan bijak mengatur waktu untuk anak dan keluarga. Jangan pernah beranggapan bahwa keluarga akan berterima kasih karena kita telah memberikan banyak kecukupan dalam materi dan finansial. Justru saat mereka terbiasa hidup tanpa kedekatan dengan kita, itu adalah hal yang akan berdampak buruk bagi perjalanan sebuah keluarga.
Sekarang saatnya mengganti cara pandang kita terhadap pekerjaan dan keluarga. Pekerjaan memang penting karena menyangkut kebutuhan keluarga. Tetapi jangan sampai kebahagiaan keluarga yang tentunya adalah satu tujuan kita bekerja justru dikorbankan demi pekerjaan itu sendiri. Aturlah waktu untuk mengajak keluarga berlibur atau minimal tiap hari luangkan waktu untuk berbincang soal aktivitas yang dilalui sehari ini. Jadilah orang yang tidak hanya disukai dan berprestasi di tempat kerja, tetapi juga di keluarga. Ingat, kehadiran Anda di tengah keluarga menentukan seberapa besar respon keluarga pada Anda. Tempatkan posisi Anda di tengah keluarga, seperti Allah telah menempatkan Anda di sebuah keluarga yang menunggu perhatian dan kasih sayang Anda.
Keluarga lebih membutuhkan kehadiran kita, melebihi banyaknya uang yang kita beri.
Posted by: Dody Rainaldo at 5:43 PM 0 comments
Labels: Renungan Kristen
Bacaan: Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." - Lukas 5:8
Bagaimana cara Tuhan memanggil kita? Mengacu dari Alkitab, kita akan menemukan dua cara yang paling sering dipakai Tuhan untuk memanggil kita. Pertama, dengan cara memberkati kita, sedangkan cara kedua adalah dengan menghajar kita. Kabar baiknya, di awal-awal Tuhan selalu menggunakan cara pertama. Namun jika cara pertama tidak efektif, maka Dia akan memakai cara yang kedua.
Bagaimana Allah memanggil Abraham? Dengan menjanjikan berkat yang luar biasa. Abraham dan keturunannya diberkati luar biasa. Bahkan, ketika dia berada di tanah yang dihindari Lot karena tanah tersebut kurang baik, tetap saja berkat mengikuti Abraham. Bagaimana Yesus memanggil Petrus? Dengan hasil tangkapan yang jumlahnya sangat fantastis! Petrus diberkati dalam kondisi tidak memungkinkan (malam sebelumnya dia tidak mendapat satu ekor pun juga), itu yang membuat Petrus datang dan tersungkur di hadapan Yesus.
Tuhan memberkati kita karena Dia sedang memanggil kita. Meski Dia memanggil dengan memberkati kita, jangan sampai itu membuat kita fokus pada berkat itu sendiri dan melupakan Sang Pemberi berkat. Kalau itu yang terjadi, maka Dia akan memakai cara kedua, yaitu dengan menghajar kita. Ingat, Dia adalah Bapa yang sangat sayang kepada kita. Tuhan memberi ganjaran bukan karena Dia benci kepada kita, tapi Dia ingin kita kembali kepada-Nya. (Ibrani 12:7)
Saya yakin kita semua akan memilih Tuhan memanggil kita dengan cara pertama, yaitu dengan memberkati kita. Itu sebabnya jangan pernah lupa kepada Tuhan ketika kita sudah diberkati. Jangan jadi sombong, apalagi berubah setia ketika kita sudah diberkati. Namun, seandainya hari ini kita menerima ganjaran dari Tuhan akibat ketidaktaatan kita, baiklah kita melihat hal itu dengan sudut pandang positif, bahwa Dia sedang melakukan yang terbaik bagi kita. Intinya, bagaimanapun cara Tuhan memanggil, Dia ingin selalu dekat dengan kita.
Posted by: Dody Rainaldo at 1:26 PM 0 comments
Labels: Renungan Kristen
Bacaan: Amsal 20:23-25
20:23 Dua macam batu timbangan adalah kekejian bagi TUHAN, dan neraca serong itu tidak baik.
20:24 Langkah orang ditentukan oleh TUHAN, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?
20:25 Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan "Kudus", dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar.
Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan "Kudus", dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar.- Amsal 20:25
Mengapa beberapa orang berhasil mencapai kesuksesan dan mengapa beberapa diantaranya mengalami kegagalan? Apa yang membedakannya? Tak lain adalah cara kita berpikir! Disadari atau tidak, apa yang kita lakukan selalu bertolak dari bagaimana cara pikir kita. Jika kita mampu berpikir secara benar, maka kita akan berhasil. Sebaliknya, jika cara pikir kita keliru, kita pun akan gagal. Bagaimana cara kita berpikir selama ini? Beberapa pertanyaan berikut mungkin akan membantu kita melakukan intropeksi diri.
1. Berpikir kecil untuk jangka pendek atau berpikir menurut gambaran besar untuk jangka panjang?
2. Berpikir pasif atau berpikir dengan cara yang kreatif?
3. Berpikir sendiri atau berpikir bersama?
4. Berpikir melantur atau berpikir secara terfokus?
5. Berkhayal atau berpikir realistis?
6. Berpikir acak atau berpikir strategis?
7. Berpikir sempit atau berpikir penuh kemungkinan?
8. Berpikir menurut pandangan umum atau berpikir lain dari biasanya?
9. Berpikir egois atau berpikir untuk kepentingan bersama?
10. Bertindak baru berpikir atau berpikir baru bertindak?
Kalau sekarang ini kita belum sukses, mungkin itu disebabkan cara berpikir kita yang keliru. Apa yang kita pikirkan menentukan siapa kita. Siapa kita menentukan apa yang kita perbuat. Apa yang kita perbuat menentukan takdir kita. Takdir kita menentukan warisan kita. Jadi, semuanya dimulai dari pikiran kita. James Allen pernah berkata dengan bijak soal pikiran, “Hari ini Anda berada ke mana pikiran Anda telah membawa Anda. Besok Anda akan berada ke mana pikiran Anda membawa Anda.” Inti dari semua yang kita bicarakan adalah milikilah pikiran Kristus. Pikiran Kristus lah yang akan membuat kita mencapai kesuksesan.
Kehidupan ini terdiri dari apa yang dipikirkan seseorang setiap harinya. - Ralph W. Emerson
Posted by: Dody Rainaldo at 9:52 PM 0 comments
Labels: Renungan Kristen
