English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Welcome!!!

welcome to my blog! sorry the blog is In Maintenance~ wait for the new screen :3
Showing posts with label Renungan Kristen. Show all posts
Showing posts with label Renungan Kristen. Show all posts

Friday, August 6, 2010

Mengapa Anak-anak Bingung akan Arti Keselamatan?

"SAYA TELAH diselamatkan tujuh kali."

"Saya diselamatkan lagi di kamp anak-anak tahun ini. Setiap tahun di kamp anak-anak, saya diselamatkan."
"Saya menerima Yesus kemarin, tetapi saya mau melakukannya lagi hari ini."
"Saya berkelahi dengan adik saya. Ia menangis. Sekarang saya perlu meminta Yesus memasuki hati saya kembali."
Dan demikian terus-menerus -- inilah kesaksian anak-anak. Perkataan ini diucapkan oleh anak-anak yang sudah mengikuti sekolah Minggu, kelompok cerita Alkitab, dan pertemuan-pertemuan lainnya untuk anak-anak. Mengapa anak-anak mengatakan hal-hal semacam itu? Apa yang dapat kita perbuat? Bagaimana keselamatan dapat dijelaskan kepada seorang anak agar ia tidak merasa bingung? Setiap guru yang benar-benar mencintai anak-anak dan ingin melihat mereka menjadi pengikut Kristus tak dapat tidak akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini apabila ia mendengar pernyataan-pernyataan semacam itu dari mulut anak-anak. Guru itu akan cemas bahwa kemungkinan anak-anak tidak sungguh-sungguh mengerti kebenaran yang begitu penting -- yaitu bahwa Kristus mati karena dosa-dosa mereka, dan bahwa dengan menerima Dia sebagai juruselamat, maka mereka menjadi milik-Nya. Guru akan bertanya-tanya apakah mungkin anak-anak yang ia layani hanya ikut-ikutan saja dan sama sekali belum menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka. MENGAPA seorang anak mengatakan bahwa ia diselamatkan lebih dari satu kali? Ada banyak alasan. Beberapa di antaranya adalah:
  1. Ia tidak mengerti istilah-istilah yang ia dengar.

    Mula-mula ia diberitahu bahwa ia harus diselamatkan; kemudian bahwa ia harus membiarkan Yesus memasuki hatinya; berikut ia harus memberikan hatinya kepada Yesus; lalu ia harus percaya pada Yesus. Setiap kali ia mendengar sebuah istilah baru, ia pikir ia harus menanggapinya. Demikianlah ia "maju ke depan" setiap kali ada undangan untuk menerima Tuhan Yesus, yaitu undangan yang diutarakan dengan istilah lain dari apa yang pernah ia dengar.

    Seorang wanita Kristen dewasa menceritakan bagaimana ia menanggapi setiap undangan yang diberikan ketika ia kecil. Ia berkata, "Pasti ada sekurang-kurangnya selusin penginjil yang menganggap saya sebagai salah seorang yang mereka menangkan kepada Tuhan. Namun sebenarnya bertahun-tahun kemudian barulah saya sungguh-sungguh mengetahui apa artinya menjadi seorang Kristen."

    Seorang gadis berusia empat tahun sedang menonton suatu acara kedokteran di televisi bersama orang tuanya. Pada waktu pembedahan jantung dipertunjukkan, ia melihat para dokter dengan hati-hati mengeluarkan jantung si pasien. Pada waktu itu ia bertanya, "Ayah, apakah ia sedang memberikan hatinya kepada Yesus?"

  2. Karena ketakutan, Ia mengambil keputusan untuk menerima Yesus

    Seorang anak berkata, "Saya maju ke sana untuk berbicara dengan orang itu karena guru mengatakan jika tidak, maka saya akan masuk neraka. Saya tidak ingin pergi ke sana untuk terbakar." Tentu seorang anak harus mengetahui bahwa neraka ada, tetapi ia perlu memahami bahwa Yesus mati bukan hanya untuk menyelamatkan dia dari neraka, namun juga untuk memelihara dia dari dosa sekarang ini. Ia perlu menyadari bahwa ia dibebaskan bukan hanya dari hukuman dosa, tetapi terutama dari kuasa dosa. Memakai neraka sebagai satu-satunya motivasi untuk menerima Kristus sebagai Juruselamat adalah tidak adil terhadap anak itu, terhadap Kitab Suci, maupun terhadap Tuhan sendiri. Apabila seorang anak memutuskan untuk menerima Kristus berdasarkan rasa takut semata-mata, maka ketakutan itu mungkin segera akan hilang, dan tidak lama kemudian ia akan meragukan kesungguhan pengalaman itu.

  3. Ia tidak mengerti apa arti dosa.

    Ia sebenarnya tidak mengerti perlunya seorang Juruselamat. Sekelompok anak sedang mempelajari Alkitab. Guru menyuruh mereka membaca Roma 3:23. Mereka melakukannya, lalu guru mengajukan pertanyaan, "Berapa orang yang berdosa?" Anak-anak menjawab, "Semua orang." Guru berkata, "Dan itu berarti kita juga, bukan?" Semua anak kelas tiga itu terkejut dan serentak menjerit, "Kita?" Karena kejadian itu guru menyadari bahwa anak-anak dapat memberikan jawaban yang tepat tanpa mengerti bagaimana hal itu berlaku atas diri mereka secara pribadi. Guru juga sadar bahwa tugas berikutnya adalah menyadarkan anak-anak tentang dosa dalam kehidupan mereka sendiri. Tanpa kesadaran ini, anak-anak tidak dapat mengerti mengapa Kristus mati, atau apa manfaat kematian-Nya di kayu salib itu bagi mereka.

  4. Ia tidak menyadari bahwa hanya sekali saja ia perlu mengambil keputusan untuk menerima Kristus sebagai Juruselamatnya.

    Semua orang mengatakan kepadanya bahwa ia perlu menerima Yesus; karenanya ia pikir sebaiknya ia melakukan hal itu setiap kali ada orang yang mengatakan demikian. Ia perlu menyadari bahwa setelah ia menerima Yesus sebagai Juruselamatnya, maka ia menjadi anggota keluarga Allah. Persis sebagaimana ia dilahirkan ke tengah-tengah keluarganya satu kali, demikian juga ia masuk menjadi anggota keluarga Allah satu kali saja.

  5. Pada saat ia maju, ia kemungkinan merasa bersalah atas "kenakalan" tertentu yang telah ia lakukan.

    Ia meminta keampunan untuk kesalahan itu, dan dengan keliru menganggap pengalaman ini sebagai penyelamatan. Kemudian ketika ia nakal lagi, ia pikir seharusnya ia diselamatkan lagi.

  6. Ia tertarik pada hadiah.

    Kadang-kadang suatu hadiah dijanjikan kepada semua anak yang datang menerima Kristus sebagai Juruselamat. Anak itu ingin hadiah tersebut. Lalu ia sekedar maju dan mengulangi doa yang diucapkan, dengan bertanya-tanya dalam hatinya apa sebenarnya hubungan perbuatan tersebut dengan penerimaan hadiah. Pada suatu hari penulis berbicara dengan seorang gadis kelas tiga mengenai hal menjadi seorang Kristen. Ia menggunakan Alkitab gadis kecil itu untuk menunjukkan apa yang telah dilakukan oleh Kristus bagi kita. Penulis bertanya, "Dari mana engkau memperoleh Alkitabmu?" Gadis kecil itu menjawab, "Saya mengikuti sebuah kebaktian, dan pemimpinnya berkata bahwa ia akan memberikan sebuah Kitab Perjanjian Baru kepada siapa saja yang maju untuk menjadi seorang Kristen, maka saya pun maju." Kendatipun demikian, satu tahun kemudian gadis yang sama ini ingin mengetahui bagaimana caranya menjadi seorang Kristen.

  7. Ia mengikuti orang banyak.

    Seorang anak mengangkat tangannya ketika suatu undangan untuk menerima Kristus diberikan. Karena itu, anak lain mengangkat tangan pula, lalu lainnya, lalu lainnya, dan lainnya. Beberapa di antara anak-anak itu bahkan mungkin tidak mengetahui mengapa mereka mengangkat tangan. Sama seperti seorang anak dapat mengacungkan tangan ketika sebuah pertanyaan diberikan, dan kemudian tidak mengetahui jawabannya, demikian juga ia dapat mengangkat tangannya ketika ada undangan untuk menerima Kristus, namun ia tidak mengetahui apa yang ia lakukan.

  8. Ia mengambil keputusan berdasarkan sebuah cerita.

    Ada banyak cerita yang dinamakan cerita keselamatan, yang mungkin menyebabkan anak itu memberi tanggapan; namun hampir tidak ada kebenaran Alkitab dalam cerita seperti itu. Atau seandainya cerita-cerita itu berisi kebenaran Kitab Suci, kebenaran dan khayalan terjalin sedemikian rupa sehingga anak menjadi bingung. Kemudian hari ia mengetahui bahwa cerita itu hanyalah cerita rekaan, dan baginya bagian yang berasal dari kitab Suci merupakan rekaan juga. Dengan demikian ia tidak mempunyai dasar untuk menjelaskan keputusannya, sehingga ia pikir ia harus diselamatkan kembali.

  9. Ia ingin menyenangkan guru.

    Guru mungkin mengatakan begini, "Tentu untuk saya kalian mau menerima Yesus sebagai Juru Selamat kalian. Saya ingin melihat kalian semua di Sorga bersama saya." Anak itu mencintai gurunya. Anak ini senang karena ia membuat gurunya senang. Perasaan senang tersebut disamakan dengan diselamatkan, tetapi minggu berikutnya perasaan senang itu lenyap. Maka pikiran bahwa ia seorang Kristen atau bahwa ia akan ke sorga mungkin lenyap juga.

  10. Ia lelah duduk.

    Pelajaran kadang-kadang lama. Setelah suatu pelajaran yang panjang guru mungkin meminta agar siapa yang ingin menerima Kristus agar berdiri. Anak itu berdiri. Guru menganggap dia sebagai seorang anak yang dimenangkan untuk Kristus, padahal anak itu hanya melepaskan lelahnya.

  11. Ia menanggapi cerita-cerita yang penuh emosi.

    Ketika anak mendengar cerita semacam itu ia ingin menangis. Ia siap untuk menanggapi setiap pertanyaan yang diajukan gurunya, tanpa diyakinkan oleh Roh Kudus. anak itu menangis; ia merasa lebih enak. Ia menanamkan perasaan tersebut "diselamatkan" tetapi kemudian ia tidak merasa itu lagi, maka ia berkesimpulan bahwa ia pun belum diselamatkan. Dalam banyak hal demikian, kesimpulan anak ini benar. Walaupun ia memberi tanggapan, namun tanggapannya itu karena tekanan, sehingga pengalaman itu tidak membawa dia kepada pengenalan akan Yesus sebagai Juruselamat.

  12. Ia tidak mempunyai seorang untuk mengajar dia setelah menerima Kristus.

    Banyak anak benar-benar menerima Kristus sebagai Juruselamat, tetapi kemudian mereka ditinggalkan tanpa bimbingan dan pengajaran lebih lanjut. Mereka tidak tahu bagaimana membaca Alkitab; dan yang bisa membacanya tidak tahu apa yang harus dibaca. Mereka mempunyai banyak pertanyaan, tetapi tidak ada orang yang menjawabnya. Tak ada yang menolong mereka untuk mengerti bahwa kehidupan orang Kristen berbeda dengan orang lain yang bukan Kristen. Tak seorangpun mengajar mereka bagaimana berdoa. Tidak lama kemudian mereka menjadi ragu-ragu atau bahkan melupakan pengalaman mereka.


←←..lanjutkan dody bacanya..→→

Wednesday, July 21, 2010

6 Langkah Kecil

Bacaan: Amsal 27:10-12
Anakku, hendaklah engkau bijak..- Amsal 27:11

Banyak orang mengabaikan hal-hal kecil. Padahal kalau dicermati dengan seksama, kesuksesan ada kalanya merupakan akumulasi dari tindakan-tindakan kecil yang positif. Berikut ini adalah 6 langkah kecil yang bisa Anda praktekkan, yang pastinya bisa membawa perubahan besar dalam kehidupan Anda!

1. Jalinlah hubungan dengan lebih banyak orang lagi.
Pada waktu kita menjalin hubungan dengan banyak orang, kita bisa banyak belajar dari mereka. Entahkah kita belajar dari kesuksesan yang berhasil mereka capai, ataupun kita belajar dari kegagalan mereka. Selain itu, semakin banyak kita berhubungan dengan orang lain, semakin banyak pula kesempatan-kesempatan baru kita ciptakan. Ingatlah bahwa kesuksesan tidak pernah dapat dicapai sendirian, kesuksesan biasanya selalu melibatkan orang lain. Jadi, milikilah seni berhubungan dengan orang lain dan peliharalah hubungan kita dengan mereka.

2. Milikilah rasa humor.
Seringkali sense humor itu tidak diabaikan, padahal sedikit banyak sense humor itu akan membantu kita dalam mencapai kesuksesan. Sense humor akan sangat membantu kita pada saat kita terpuruk di dalam kegagalan. Dengan memiliki sense humor, kita bisa mentertawakan diri ketika kita melakukan kesalahan dan menjaga diri kita untuk terus “happy” saat bekerja bagaimanapun juga situasi dan kondisinya.

3. Perluas wawasan Anda.
Orang yang sukses biasanya memiliki wawasan yang luas. Untuk memperluas wawasan, Anda bisa membaca buku bermutu, berselancar ke situs-situs internet, mengikuti berita terkini, dsb. Jangan pernah jadi katak dalam tempurung yang tidak tahu apa-apa. Semakin luas wawasan kita, kita akan semakin terbuka dengan perubahan, open minded (tidak picik) dan memiliki cara pikir yang maju.
Milikilah pergaulan, wawasan dan hati yang luas.

Dan pengharapan tidak mengecewakan,.. - Roma 5:5

4. Pola hidup sehat.
Kesehatan akan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan. Jangan pernah abaikan untuk memiliki pola hidup yang sehat. Dengan memiliki pola hidup yang sehat, kita akan lebih fit, fresh dan penuh vitalitas saat bekerja, hingga kita bisa menyelesaikan pekerjaan kita lebih efektif lagi. Untuk memiliki pola hidup yang sehat, kita bisa memulainya dengan berolahraga secara rutin, paling tidak dua kali dalam satu minggu. Pilihlah olahraga yang menjadi kesukaan kita. Kita happy, badan bugar, kerja jadi lebih maksimal! Selain itu dengan memiliki pola hidup sehat, sebenarnya kita sedang investasi untuk hidup lebih panjang.

5. Gunakan waktu istirahat dengan sebaik-baiknya.
Kita butuh istirahat, ini fakta yang tidak dapat disangkal lagi. Mobil atau mesin yang terbuat dari besi saja butuh istirahat, apalagi kita yang terbuat dari daging. Dalam satu minggu biasanya kita memiliki satu atau dua hari libur. Gunakanlah waktu libur itu dengan sebaik-baiknya untuk beristirahat, sehingga kita bisa menjadi lebih fresh pada saat kembali bekerja. Hari libur adalah hari untuk beristirahat, jadi nikmatilah hari libur kita dan jangan paksakan diri untuk bekerja. Ini mungkin hal kecil, tapi akan membawa pengaruh yang sangat besar di dalam kita bekerja.

6. Buatlah dream book untuk kesuksesan Anda.
Orang-orang sukses yang kita kenal pada saat ini kebanyakan juga membuat dream book. Membuat dream book (buku impian) sepertinya adalah hal sepele, namun itu bisa membawa perbedaan besar dalam hidup Anda. Dengan membuat dream book, kita bisa menulis apa tujuan, impian, sasaran, target dan hal-hal apa yang hendak kita capai. Dengan menuliskannya, atau bahkan memvisualisasikannya dengan gambar maupun foto, maka hal itu akan menjadi motivasi yang luar biasa bagi kita. Tempatkanlah dream book ini di depan meja kerja kita atau di tempat yang setiap hari dapat kita lihat. Dengan cara ini kita akan terus terpacu untuk mewujudkan impian dalam hidup kita.

Hal-hal kecil yang dilakukan secara serius bisa membuat perbedaan besar.


From : RENUNGAN HARIAN SPIRIT on-line


←←..lanjutkan dody bacanya..→→

Tuesday, June 8, 2010

Entrepreneur Sejati

Apakah Anda seorang yang berjiwa entrepreneur sejati? Untuk melihat apakah benar demikian, Anda bisa melakukan introspeksi diri apakah Anda sudah memiliki kualitas entrepreneur sejati seperti di bawah ini. Untuk memudahkan mengingat, saya membuat kualitas entrepreneur sejati tersebut berdasarkan abjad, yang saya sebut dengan A-Z kualitas entrepreneur sejati!

A = Adaptasi, respon yang cepat untuk berubah.
Perubahan adalah hal yang tidak bisa dielakkan lagi. Jika kita memiliki kemampuan untuk beradaptasi, maka kita tidak begitu kesulitan membaca perubahan-perubahan yang sedang terjadi dan bagaimana menyikapi perubahan-perubahan itu dengan kreatif.

B = Berani, kesediaan mengambil resiko gagal.
Hidup ini mengandung resiko, bahkan bagian hidup yang terkecil sekalipun memiliki resikonya sendiri. Seorang entrepreneur sejati akan berani mengambil resiko demi mencapai kesuksesan yang lebih besar, tentu saja dengan pertimbangan yang matang.

C = Commit, kesungguhan adalah syarat mutlak.
Segala hal yang dilakukan dengan serius pasti akan membuahkan hasil, sebaliknya jika tidak ada kesungguhan hati, hasilnya tidak akan maksimal atau bahkan gagal total. Ingatlah bahwa tidak ada kesuksesan yang bisa diraih dengan pengorbanan yang setengah, niat yang setengah, semangat yang setengah. Komitmen dan totalitaslah yang bisa mewujudkannya.

D = Dinamis, anti kemapanan dan berani melakukan hal yang baru.
Mereka yang ingin menjadi entrepreneur sejati harus dinamis, kreatif, dan penuh inovasi. Pendek kata, harus anti kemapanan dan menciptakan hal-hal yang baru. Melakukan hal ini adalah tantangan tersendiri, meski demikian entrepreneur sejati akan menikmatinya.

E = Etos Kerja Positif, menolak bermanja-manja di tempat kerja.
Etos kerja positif berarti kita memiliki kedisiplinan diri. Memiliki kesediaan untuk bekerja keras dan menangani pekerjaan yang berat. Tidak “cengeng” dan mengasihani diri secara berlebihan ketika menghadapi kesulitan.

Banyak orang mengaku dirinya seorang entrepreneur, tapi sedikit yang benar-benar entrepreneur sejati.

F = Fokus, melakukan satu pekerjaan seolah-olah tidak ada pekerjaan yang lain.
Saya tertarik dengan sebuah pernyataan yang berbunyi seperti ini, “Seandainya kita mengejar dua ekor kelinci sekaligus, keduanya pasti lolos.” Mengapa? Karena kita kehilangan fokus! Barangkali kita bisa belajar dari prinsip tersebut soal memfokuskan diri.

G = Go to Success, kesediaan pergi untuk meraih kesuksesan.
Jangan pasif tapi aktif. Jangan menunggu kesempatan, tapi kitalah yang harus mencari kesempatan, dan kalaupun kita tidak menemukannya, kita harus berani menciptakannya.

H = Humor, kemampuan untuk enjoy saat bekerja.
Ruang kerja bukanlah penjara, ruang kerja adalah tempat kita melakukan pekerjaan dengan cinta. Sense humor tidak membesar-besarkan masalah, namun tidak juga meremehkan masalah, melainkan melihat masalah dengan sudut pandang yang tepat.

I = Idealisme, memiliki idealisme yang diimbangi realitas.
Tanpa idealisme, kita tidak akan maju dan akan berhenti membuat inovasi. Meski demikian, jangan sampai idealisme yang kita miliki justru menjadi bumerang bagi diri kita sendiri, itu sebabnya idealisme kita harus diimbangi oleh realitas.

J = Jujur, memiliki kualitas yang bisa dipercaya.
Di tengah jaman yang bengkok seperti ini kejujuran adalah sikap langka. Meski demikian kita harus memiliki kejujuran. Jika kita ingin dipercaya oleh relasi kita, atau oleh Tuhan.

K = Kompentensi, memiliki pengetahuan atas bidang yang digeluti.
Jadilah entrepreneur yang unggul dan andal. Kuasailah bidang pekerjaan yang kita geluti dengan lebih dalam dan detail. Jangan hanya sekedar bisa, tapi kita harus benar-benar ahli di bidang kita. Ingat yang bisa itu banyak, tapi hanya sedikit yang benar-benar ahli.

L = Learning Experience, kesediaan untuk belajar dari kesalahan.
Setiap orang pernah membuat kesalahan. Hanya saja yang membedakan adalah beberapa orang belajar dari kesalahannya tersebut, sementara yang lain tidak. Sebagai seorang entrepreneur sejati, kita harus bisa belajar dari kesalahan tersebut, sehingga kita tidak akan mengulang kesalahan yang sama dan tentu saja menjadi lebih baik lagi.

Entrepreneur sejati mengedepankan karakter untuk mencapai kesuksesan.

M = Money, bijak mengatur keuangan.
Banyak entrepreneur bangkrut hanya gara-gara tidak bijak mengatur keuangannya. Yang paling sering adalah mencampuradukkan antara uang perusahaan dan uang pribadi. Meski kita berhak penuh atas uang tersebut, bukan berarti kita menggunakan dengan sembrono.

N = Never Give Up, berani bangkit saat gagal.
Lebih berharga mencoba sesuatu dan gagal daripada tidak mencoba sama sekali dan berhasil. Hasilnya mungkin sama, tetapi Anda tidak akan demikian. Kita selalu bertumbuh melalui kekalahan-kekalahan daripada kemenangan-kemenangan.

O = Optimisme, miliki sikap yang positif.
Kita harus yakin bahwa kesuksesan besar selalu lahir dari iman. Dengan sikap yang optimis kita bisa melihat tantangan sebagai kesempatan untuk melakukan terobosan baru, seperti kita mengarahkan pandangan kita pada kue donat bukan pada lobangnya.

P = Perfeksionisme, hasrat untuk mencapai yang lebih baik.
Milikilah hasrat untuk menjadi yang terbaik dan hebat (great), bukan hanya sekedar baik (good). Jika kita tidak berani mencapai yang terbaik, kita hanya berada di kelas rata-rata dan memiliki kualitas rata-rata tidak akan pernah membuat kita jadi entrepreneur sukses.

Q = Quiet, bersikap tenang saat bencana atau masalah datang.
Berhentilah mengeluh apalagi panik saat segala sesuatu tidak berjalan sempurna dan tidak seperti yang kita harapkan. Jika kita tenang, kita bisa berdoa dan berpikir jernih, hingga kita bisa mengambil keputusan yang bijak untuk mengatasi masalah tersebut.

R = Respect, belajar menghargai diri sendiri dan orang lain.
Sebagaimana kita ingin diperlakukan, perlakukanlah orang lain seperti itu. Hargai diri kita, relasi kita, staf atau karyawan kita, dan orang-orang yang ada di sekitar kita.

S = Sasaran, memiliki visi yang jelas dan perencanaan yang terarah.
Hal pertama yang harus dilakukan oleh entrepreneur adalah bermimpi dan merencanakan secara terarah bagaimana mewujudkan mimpinya tersebut. Adanya sasaran yang jelas membuat kita selalu fokus dan bersemangat dalam mencapai kesuksesan.

Pengelolaan uang yang bijak menjadi salah satu kunci keberhasilan entrepreneur.

T = Tanggap, memiliki kepekaan, waspada dan hati-hati.
Kita harus pintar-pintar membaca situasi. Tingkatkan kewaspadaan yang sehat dan jangan mengambil keputusan penting dengan gegabah atau sembrono. Ketika perubahan terjadi, kita harus tanggap dan meresponi dengan tepat.

U = Ulet, memiliki ketekunan yang teruji.
Banyak orang lupa bahwa keuletan dan ketekunanlah yang akan menentukan apakah kita bisa meraih kesuksesan. Sikap ulet berarti tidak mudah mudah dipatahkan, seperti bola karet yang tidak akan pernah bisa ditenggelamkan, melainkan selalu muncul ke atas lagi.

V = Value, memiliki nilai-nilai dalam hidup dan karakter yang kuat.
Bekerja tidak hanya soal untung rugi belaka, masih ada nilai-nilai hidup seperti kejujuran, ketulusan, moralitas dan kebaikan yang perlu dikedepankan. Kesuksesan sejati tidak akan pernah dibangun dengan kecurangan, kelicikan atau cara-cara yang kotor.

W = Wawasan, memiliki rasa ingin tahu yang besar.
Kita dihadapkan dengan dua pilihan, bertumbuh atau mati. Mereka yang tidak mau bertumbuh dalam arti mau menggali potensi diri, meningkatkan skill, pengetahuan, dan wawasan yang luas akan mati dengan sendirinya. Jadilah entrepreneur yang open minded!

X = X’tra, kemauan untuk memberi nilai tambah.
Prinsipnya sederhana, semakin kita bekerja lebih keras, lebih ulet, lebih kreatif, lebih inovatif dan lebih cerdas, semakin besar juga kesuksesan yang kita dapatkan.

Y = You Can!, percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi orang percaya.
Jangan mau dibatasi dengan apapun juga, termasuk oleh kemustahilan sekalipun, sebab di dalam Tuhan kita diberi kuasa untuk mengalami kehidupan yang penuh mujijat. Ingatlah Anda pasti bisa!

Z = Zero, menyadari bahwa kita tidak bisa berbuat apa-apa di luar Tuhan.
Jangan sombong, tanpa Tuhan kita bukanlah siapa-siapa dan tidak bisa berbuat apa-apa. Semakin Tuhan membawa kita naik, sudah seharusnya kita semakin rendah hati. Semakin kecil peran kita, semakin besar peran Tuhan dalam hidup kita.

Entrepreneur Kristen sudah seharusnya menghadirkan Tuhan di dalam segala usahanya.


←←..lanjutkan dody bacanya..→→

Saturday, April 10, 2010

Bosan Membaca Alkitab

Bacaan: Mazmur 119:105-112



Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.- Mazmur 119:111

Membaca dan merenungkan firman Tuhan adalah kewajiban sekaligus kebutuhan orang Kristen. Saya percaya jika saat ini Anda membaca renungan ini, bukankah itu juga dilandasi kebutuhan dan kerinduan untuk memahami isi firman dan kehendak Tuhan? Tapi harus diakui, saat membaca Alkitab, ada kalanya kita dihinggapi kebosanan. Mungkin itu karena pasal yang kita baca banyak berisi nama-nama seperti silsilah atau daftar prajurit Daud. Mungkin karena bahasa Alkitab versi Terjemahan Baru yang agak ‘jadul’. Mungkin karena topik yang dibaca agak berat, misalnya pada bab pengajaran Paulus, dll. Lalu bagaimana supaya acara membaca Alkitab tidak terasa membosankan?

Dave Brannon, seorang penulis Kristen, memberikan satu resep sederhana. Ia menyarankan agar saat kita membaca satu bagian (misalnya bacaan Alkitab dalam renungan hari ini), ajukan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
1. Bagian mana yang saya sukai?
2. Bagian mana yang tidak saya sukai?
3. Bagian mana yang tidak saya mengerti?
4. Apa yang saya pelajari tentang Allah dari bacaan ini?
5. Apa yang harus saya lakukan?
6. Ayat apa yang dapat saya terapkan hari ini?

Sebagai orang Kristen, Alkitab bukan sekadar naskah kuno yang memuat catatan sejarah bernilai tinggi. Alkitab juga bukan sebuah kompilasi tulisan atau kumpulan kutipan yang berdiri sendiri, bukan rumus yang hanya relevan untuk satu hal saja (sehingga kita pun jenuh jika harus membaca bagian yang sudah hafal luar kepala), dan bukan mantra yang dengan menghafalnya bisa membuat kita lebih berkuasa. Tapi, Alkitab adalah tulisan yang diilhamkan oleh Allah kepada para penulisnya untuk menjadi pegangan hidup keimanan kita. Satu cara membaca Alkitab yang biasanya cukup efektif adalah jika dilakukan berkelompok. Anda juga bisa menggunakan sistematika, seperti bacaan Alkitab setahun atau memakai buku renungan untuk membantu pemahaman Alkitab. Dan yang terpenting adalah, terapkan dan bagikan firman Tuhan itu kepada orang lain. Selamat membaca!


←←..lanjutkan dody bacanya..→→

Friday, April 2, 2010

Menunggu Saat dan WaktuNya

Penulis: Ev. Abraham Robby R

Bacaan:
Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." Yohanes 2:4

Saat saya melihat banyak anak-anak Tuhan yang ditidurkan oleh banyak hal-hal yang Setan tawarkan saat anak-anak Tuhan menunggu saat dan waktu-Nya dalam hidup mereka, Roh Kudus berbicara dalam hati saya akan Firman ini dan Dia mau Firman ini "membangunkan" semua anak-anak Tuhan untuk "menunggu" dengan cara yang berbeda sampai saat dan waktuNya digenapi dalam hidup mereka.

Mari lihat dalam Yohanes 2 : 1-11. Banyak orang yg diberkati lewat perikop Firman Tuhan ini dimana Mujizat pertama yang Yesus adakan adalah di tengah-
tengah keluarga. Dan saya percaya jika kita semua menghadirkan Yesus di tengah-tengah keluarga kita, akan ada banyak Anugerah, Berkat dan Mujizat yang Dia akan kerjakan untuk keluarga kita. Tapi saya akan mengajak kita untuk melihat sisi lain yang Yesus ajarkan, terutama dalam pasal yang ke 4, saat Yesus berkata..." Mau apakah engkau dari pada-Ku,ibu? Saat-Ku belum tiba." Ada banyak anak-anak Tuhan yang dengan tanpa hikmat berkata seperti apa yang Yesus katakan diatas saat orang lain, pendetanya, orang tuanya, sahabatnya, mengajak untuk lebih sungguh-sungguh dengan Tuhan. Banyak dalih yang diutarakan, terutama kata-kata, "belum saatnya" aku ke gereja, berdoa, baca alkitab, dsb. Tapi melalui Firman ini, saya ajak kita semua, bahwa mari belajar seperti apa yang Yesus kerjakan saat menunggu saat dan waktuNya Yesus harus bergerak seperti apa yang Bapa mau, supaya Anugerah, Berkat dan Mujizat itu sampai dalam hidup kita.

Ada 2 hal yg kita harus kerjakan saat menunggu Saat dan Waktu-Nya Tuhan menggerakkan hidup kita :

1. Tetap tinggal dalam Rumah Bapa. (Lukas 2:49)
Saat kita menunggu, mari kita tetap tinggal dalam irama Pujian dan Penyembahan yang tak putus-putusnya. Rumah Bapa berarti ada kehadiran Bapa di dalam rumah itu dan kehadiran Bapa berarti ada hadiratNya yang akan melingkupi, memberkati dan membawa kita untuk lebih bersekutu dengan Dia.

2. Minta Roh Kudus hadir dalam hidup kita. (Yohanes1:32) Nya disini adalah Yesus, dan Roh turun dalam hidupNya dan tinggal dalam hidupNya. Dan Roh itu adalah Roh Kudus itu sendiri. Roh Kudus lah yang akan menggerakkan hidup kita untuk sampai pada apa yang Tuhan rencanakan untuk hidup kita.

Jika hari-hari ini, ada dari kita yang saat menunggu saat dan waktuNYa Tuhan mengerjakan hidupnya dengan malah jauh dari Tuhan, mencari kesenangan duniawi, tinggal di luar HadiratNya, dan bahkan menyerahkan Yesus seperti Yudas Iskariot hanya dengan 30 keping perak, saya berdoa, setelah membaca Firman ini, kita akan berubah dengan menunggu saat dan waktuNya tuhan bekerja dalam hidup kita dengan Tetap tinggal dalam Rumah Bapa dan minta Roh Kudus turun, tinggal dan menggerakkan hidup kita sampai Anugerah, Berkat dan MujizatNya turun atas hidup kita. God Bless.


Penulis: Ev. Abraham Robby R
Usia: 24
Kota: Surakarta


←←..lanjutkan dody bacanya..→→

Sunday, March 21, 2010

Hidup Untuk Kerja

Bacaan: Amsal 31:10-31

...berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu - Kejadian 2:2

Seorang anak bertanya pada ibunya, “Ma, kenapa mama tidak mau bermain bersamaku?”, “Karena mama tidak punya waktu” jawab ibu anak tersebut. Dialog pun berlanjut. “Mengapa mama tidak punya cukup waktu?”, “Karena mama harus kerja". “Kenapa mama harus kerja?”, “Agar mama mendapat uang”, “Mengapa mama ingin mendapat uang?”, “Agar bisa memberi kamu makan”. Si anak terdiam sejenak. Kemudian ia berkata lagi, “Mama, saya tidak lapar,” *(Willi Hoffsuemmer).

Dialog seperti itu mungkin pernah kita temui di kehidupan sehari-hari. Anak kita ingin supaya kita bisa menjadi teman mainnya dan memberikan sebagian waktu kita untuknya. Namun terkadang pekerjaan di kantor sudah menunggu untuk segera dikerjakan. Alhasil anak kita hanya mendapatkan kekecewaan dan bukan waktu kita untuknya.

Hidup memang harus bekerja, namun hidup bukanlah untuk pekerjaan saja. Artinya, kita juga harus pandai dan bijak mengatur waktu untuk anak dan keluarga. Jangan pernah beranggapan bahwa keluarga akan berterima kasih karena kita telah memberikan banyak kecukupan dalam materi dan finansial. Justru saat mereka terbiasa hidup tanpa kedekatan dengan kita, itu adalah hal yang akan berdampak buruk bagi perjalanan sebuah keluarga.

Sekarang saatnya mengganti cara pandang kita terhadap pekerjaan dan keluarga. Pekerjaan memang penting karena menyangkut kebutuhan keluarga. Tetapi jangan sampai kebahagiaan keluarga yang tentunya adalah satu tujuan kita bekerja justru dikorbankan demi pekerjaan itu sendiri. Aturlah waktu untuk mengajak keluarga berlibur atau minimal tiap hari luangkan waktu untuk berbincang soal aktivitas yang dilalui sehari ini. Jadilah orang yang tidak hanya disukai dan berprestasi di tempat kerja, tetapi juga di keluarga. Ingat, kehadiran Anda di tengah keluarga menentukan seberapa besar respon keluarga pada Anda. Tempatkan posisi Anda di tengah keluarga, seperti Allah telah menempatkan Anda di sebuah keluarga yang menunggu perhatian dan kasih sayang Anda.

Keluarga lebih membutuhkan kehadiran kita, melebihi banyaknya uang yang kita beri.


←←..lanjutkan dody bacanya..→→

Friday, February 19, 2010

Cara Tuhan Memanggil

Bacaan: Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." - Lukas 5:8

Bagaimana cara Tuhan memanggil kita? Mengacu dari Alkitab, kita akan menemukan dua cara yang paling sering dipakai Tuhan untuk memanggil kita. Pertama, dengan cara memberkati kita, sedangkan cara kedua adalah dengan menghajar kita. Kabar baiknya, di awal-awal Tuhan selalu menggunakan cara pertama. Namun jika cara pertama tidak efektif, maka Dia akan memakai cara yang kedua.

Bagaimana Allah memanggil Abraham? Dengan menjanjikan berkat yang luar biasa. Abraham dan keturunannya diberkati luar biasa. Bahkan, ketika dia berada di tanah yang dihindari Lot karena tanah tersebut kurang baik, tetap saja berkat mengikuti Abraham. Bagaimana Yesus memanggil Petrus? Dengan hasil tangkapan yang jumlahnya sangat fantastis! Petrus diberkati dalam kondisi tidak memungkinkan (malam sebelumnya dia tidak mendapat satu ekor pun juga), itu yang membuat Petrus datang dan tersungkur di hadapan Yesus.

Tuhan memberkati kita karena Dia sedang memanggil kita. Meski Dia memanggil dengan memberkati kita, jangan sampai itu membuat kita fokus pada berkat itu sendiri dan melupakan Sang Pemberi berkat. Kalau itu yang terjadi, maka Dia akan memakai cara kedua, yaitu dengan menghajar kita. Ingat, Dia adalah Bapa yang sangat sayang kepada kita. Tuhan memberi ganjaran bukan karena Dia benci kepada kita, tapi Dia ingin kita kembali kepada-Nya. (Ibrani 12:7)

Saya yakin kita semua akan memilih Tuhan memanggil kita dengan cara pertama, yaitu dengan memberkati kita. Itu sebabnya jangan pernah lupa kepada Tuhan ketika kita sudah diberkati. Jangan jadi sombong, apalagi berubah setia ketika kita sudah diberkati. Namun, seandainya hari ini kita menerima ganjaran dari Tuhan akibat ketidaktaatan kita, baiklah kita melihat hal itu dengan sudut pandang positif, bahwa Dia sedang melakukan yang terbaik bagi kita. Intinya, bagaimanapun cara Tuhan memanggil, Dia ingin selalu dekat dengan kita.


←←..lanjutkan dody bacanya..→→

Friday, February 5, 2010

Berpikir Bijak

Bacaan: Amsal 20:23-25

20:23 Dua macam batu timbangan adalah kekejian bagi TUHAN, dan neraca serong itu tidak baik.
20:24 Langkah orang ditentukan oleh TUHAN, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?
20:25 Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan "Kudus", dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar.

Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan "Kudus", dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar.- Amsal 20:25

Mengapa beberapa orang berhasil mencapai kesuksesan dan mengapa beberapa diantaranya mengalami kegagalan? Apa yang membedakannya? Tak lain adalah cara kita berpikir! Disadari atau tidak, apa yang kita lakukan selalu bertolak dari bagaimana cara pikir kita. Jika kita mampu berpikir secara benar, maka kita akan berhasil. Sebaliknya, jika cara pikir kita keliru, kita pun akan gagal. Bagaimana cara kita berpikir selama ini? Beberapa pertanyaan berikut mungkin akan membantu kita melakukan intropeksi diri.

1. Berpikir kecil untuk jangka pendek atau berpikir menurut gambaran besar untuk jangka panjang?
2. Berpikir pasif atau berpikir dengan cara yang kreatif?
3. Berpikir sendiri atau berpikir bersama?
4. Berpikir melantur atau berpikir secara terfokus?
5. Berkhayal atau berpikir realistis?
6. Berpikir acak atau berpikir strategis?
7. Berpikir sempit atau berpikir penuh kemungkinan?
8. Berpikir menurut pandangan umum atau berpikir lain dari biasanya?
9. Berpikir egois atau berpikir untuk kepentingan bersama?
10. Bertindak baru berpikir atau berpikir baru bertindak?

Kalau sekarang ini kita belum sukses, mungkin itu disebabkan cara berpikir kita yang keliru. Apa yang kita pikirkan menentukan siapa kita. Siapa kita menentukan apa yang kita perbuat. Apa yang kita perbuat menentukan takdir kita. Takdir kita menentukan warisan kita. Jadi, semuanya dimulai dari pikiran kita. James Allen pernah berkata dengan bijak soal pikiran, “Hari ini Anda berada ke mana pikiran Anda telah membawa Anda. Besok Anda akan berada ke mana pikiran Anda membawa Anda.” Inti dari semua yang kita bicarakan adalah milikilah pikiran Kristus. Pikiran Kristus lah yang akan membuat kita mencapai kesuksesan.

Kehidupan ini terdiri dari apa yang dipikirkan seseorang setiap harinya. - Ralph W. Emerson


←←..lanjutkan dody bacanya..→→

Tuesday, January 12, 2010

Say No To Free Sex!!!

Pendahuluan.

Kondisi sekarang ini cukup memprihatinkan, jadi perilaku seksual, baik itu di kalangan anak-anak remaja maupun orang-orang dewasa sebetulnya sangatlah bebas. Apalagi sekarang penggunaan obat-obat terlarang makin semarak, dan kita tahu berkali-kali ini dimuat di surat kabar, atau majalah. Polisi misalnya menangkap basah para pemuda yang sedang berpesta. Pesta itu biasanya mengandung dua hal yaitu menggunakan obat baik itu ekstasi atau sabu-sabu, juga melakukan hubungan seks.

Saya kira terjadinya semua itu ada pengaruh yang kuat sekali dari faktor budaya kita sekarang ini.
1. Pertama, dahulu kala budaya kita ini cenderung mengekang, namun sekarang menjadi budaya yang tidak lagi mengekang. Sehingga memberikan toleransi yang cukup besar terhadap perilaku seksual di kalangan anak-anak muda.
2. Yang kedua adalah anak-anak remaja dan pemuda perlu melihat contoh yang baik, sedangkan sekarang ini anak-anak remaja bisa mendapatkan begitu banyak contoh perselingkuhan bahkan orang tua tidak lagi mampu menghentikan perilaku anak karena mereka sendiri tidak lagi memberikan contoh yang baik kepada anak-anak mereka.
3. Yang ketiga, hubungan orang tua sudah begitu merenggang, sehingga pengawasan terhadap anak juga terganggu.
4. Yang keempat, kita melihat film-film yang beredar sekarang, adegan seksualnya sudah begitu menjamur.
5. Yang kelima, pengaruh dari lingkungan pergaulan dan kerja.



Ada 2 macam pemahaman seks yang keliru yaitu:
1. Yang pertama adalah pemahaman yang represif. Yang dimaksud pemahaman represif adalah pemahaman seks sebagai sesuatu yang menjijikkan, yang negatif, yang buruk. Seks itu bukannya sesuatu yang harus dan boleh dinikmati, tapi seks adalah suatu kewajiban. Budaya seksual yang represif benar-benar menguburkan seks sebagai sesuatu yang tidak boleh dipikirkan, tidak boleh dinikmati sama sekali.
2. Yang kedua adalah pemahaman yang obsesif. Pemahaman obsesif ini membuat seks menjadi sesuatu yang harus dikejar, yang harus dilakukan seolah-olah menjadi suatu obsesi bagi seseorang.

I Korintus 6:13,20, "Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar, karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu."

Pemahaman seks yang benar mempunyai beberapa aspek:
1. Seks adalah dari Tuhan. Oleh karena itu pemakaiannya, penggunaannya, penerapannya, juga harus sesuai dengan yang Tuhan telah gariskan. Jangan berhubungan seks sebelum menikah.
2. Tuhan ciptakan seks untuk menyatukan. Menyatukan pria dan wanita di dalam pernikahan dan keintiman.

Alkitab menyatakan Tuhan menyediakan seks sebagai wadah kenikmatan, sebagai puncak keintiman, yang kita tahu juga sebagai wadah atau sarana untuk prokreasi untuk perkembangbiakan atau untuk mempunyai keturunan, oleh karena itulah kita harus berhati-hati dengan seks.

1Korintus 6 dikatakan, "Tidakkah engkau tahu bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus." Kemudian disambung lagi di ayat 17, "Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan menjadi satu Roh dengan dia, setiap dosa lain yang dilakukan manusia terjadi di luar dirinya tapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri." Dengan kata lain, dosa seksual adalah suatu dosa yang langsung berkaitan dengan tubuh kita, dan Tuhan menghendaki agar kita menjadi satu Roh dengan Tuhan, bukan menyatukan diri kita dengan orang-orang yang bukanlah istri atau suami kita, jangan sampai kita diperhamba oleh kebutuhan seksual kita ini.

Nasihat atau saran saya agar kita tidak menjadi hamba seks atau terjerumus ke dalam sex bebas:
1. Isilah hidup kita dengan Tuhan, isilah hidup kita dengan hal-hal yang memang baik, yang memang membuat kita merasa bahwa hidup ini bermakna.
2. Kita harus mempunyai kehidupan yang berimbang. Jangan terlalu banyak meluangkan waktu di depan TV atau internet, karena hal yang ditawarkan dunia banyak yang berbau seks. Isilah waktu dengan membaca Alkitab atau buku-buku rohani. Pakailah waktu untuk terlibat dalam pelayanan di gereja.
3. Kita harus takut kepada Tuhan. Jauhi dosa dan mendekat kepadaNya. Apa yg ditabur orang, akan dituainya. Akibat free-sex, lalu terlanjur hamil, karena tidak siap, akhirnya melakukan aborsi, pembunuhan terhadap janin bayi. Free-sex mengakibatkan banyak aborsi, dosa melahirkan dosa. Mengerikan. Karena itu bertobatlah dari free-sex. Hiduplah kudus dihadapan Allah.
4. Berani mengatakan tidak jika pacarmu ingin berhubungan seks. Jaga kekudusan sebelum pernikahan. Segala sesuatu ada waktunya. Saat berpacaran belum waktunya berhubungan seks.
5. Jika berpacaran, jangan asik berdua-duaan dan menyinggung masalah seks. Jangan berpacaran ketika umur anda masih sangat belia.
6. Berpacaran adalah untuk menikah, bukan main-main. Setelah menikah, tidak boleh bercerai. Jangan suka gonta-ganti pacar. Emosi dan perasaanmu akan hancur.
7. Berdoa secara serius kepada Tuhan untuk calon teman-hidupmu. Jangan hanya melihat secara lahiriah (kaya, ganteng, cantik dll). Tapi hal yang batiniah/rohaniah lebih berharga dan kekal.


←←..lanjutkan dody bacanya..→→

Daily Bible Verse

You are hear:

Pax Search

waspada klik kanan

Feedback

Ayo Komen:




Dody Rainaldo Marpaung

Zopim Live Chat

Copyright (optional) 2010 by Dody Rainaldo Marpaung. Powered by Blogger.